Perencanaan Kinerja
| NO | SASARAN STRATEGIS | NO | INDIKATOR KINERJA | SATUAN | TARGET TAHUNAN |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Perlindungan Wilayah Terhadap Ancaman HPHK, HPIK, OPTK Pada Batas Risiko Yang Dapat Diterima | 1 | Hasil pemantauan yang dimanfaatkan untuk penyusunan kebijakan karantinaan hewan, ikan, dan tumbuhan (%) | % | 85,00 |
| 2 | Tingkat risiko insidensi HPHK, HPIK, OPTK yang dikendalikan (%) | % | 87,00 | ||
| 3 | Persentase wilayah yang terkendali dari HPHK, HPIK, OPTK (%) | % | 87,00 | ||
| 2 | Pengawasan kualitas keamanan pangan dan keamanan pakan dan mutu pakan secara efektif | 4 | Persentase faktor risiko ketidaksesuaian standar keamanan dan mutu pangan asal hewan, ikan dan tumbuhan (%) | % | 35,00 |
| 5 | Persentase pemasukan pakan yang tersertifikasi keamanan dan mutunya (%) | % | 81,00 | ||
| 3 | Berkurangnya laju penyebaran spesies asing invasive, vector penyakit zoonosis secara efektif | 6 | Persentase keberhasilan pencegahan dan pengendalian spesies hewan asing yang invasif di area karantina Balai Besar/Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (%) | % | 82,00 |
| 4 | Optimasi pemanfaatan sumber daya hayati berkelanjutan untuk mendukung bioekonomi | 7 | Persentase keluar dan masuknya tumbuhan liar atau dilindungi yang sesuai dengan ketentuan peraturan perUndang-Undangan (%) | % | 65,00 |
| 5 | Penerapan system ketelusuran secara efektif | 8 | Persentase ketertelusuran komoditas pangan hewani, ikan dan pangan nabati prioritas (%) | % | 86,00 |
| 6 | Sinergitas pengawasan dan penindakan pelanggaran karantina secara efektif | 9 | Persentase kasus pelanggaran karantina yang diselesaikan (%) | % | 76,00 |
| 7 | Termanfaakannya sarana dan prasarana karantina secara optimal | 10 | Tingkat pemanfaatan prasarana dan sarana karantina hewan, ikan, dan tumbuhan (%) | % | 85,00 |
| 8 | Sertifikasi kesehatan karantina yang terstandarisasi, terintegrasi dan efektif | 11 | Persentase sertifikat kesehatan karantina hewan, ikan, dan tumbuhan yang diterbitkan (%) | % | 85,00 |
| 9 | Tata kelola manajemen internal lingkup Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jawa tengah secara transparan dan akuntabel | 12 | Persentase penyelesaian temuan LHP BPK lingkup Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (%) | % | 100,00 |
| 13 | Nilai kinerja anggaran Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (Nilai) | Nilai | 86,00 | ||
| 14 | Tingkat kepatuhan pengelolaan aset Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (%) | % | 75,00 | ||
| 15 | Persentase tindak lanjut rekomendasi hasil pengawasan yang dimanfaatkan untuk perbaikan kinerja Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (%) | % | 86,00 | ||
| 16 | Nilai penilaian mandiri tingkat Maturitas struktur dan proses penyelenggaraan SPIP Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (Nilai) | Nilai | 2,80 | ||
| 17 | Realisasi PNBP Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (%) | % | 100,00 | ||
| 18 | Tingkat kepatuhan tata kelola PBJ Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (%) | % | 80,00 | ||
| 19 | Persentase rekonsiliasi kinerja lingkup Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (%) | % | 86,00 | ||
| 10 | Budaya Birokrasi lingkup Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jawa Tengah yang BerAkhlak dengan ASN yang professional dan berintegritas | 20 | Indeks kepuasan masyarakat atas layanan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (Indeks) | Nilai | 82,00 |
| 21 | Persentase kepatuhan Service Level Agreement (SLA) terhadap optimasi janji layanan karantina (%) | % | 100,00 |